Bab 35

1367 Kata

Apapun yang terjadi kini, kuyakin Tuhan sedang menyampaikan maksud yang pasti.   Kulihat dengan cermat wajah ibu yang terpampang nyata dari hasil pengambilan gambar melalui kamera. Walau ada beberapa luka di wajah karena kecelakaan kemarin, namun aku masih sangat bisa mengenali jika ini adalah wajah ibuku. Bukan wajah milikku. “Luka-luka yang ada di wajahmu, nanti juga akan hilang. Kamu jangan bikin aku panik gitu.” Pak Ranu memberikan respon atas ketakutkanku tadi. Kubalas tatapannya dengan penuh tanda tanya. Jangan-jangan dia menganggap aku adalah ibu, dan bukanlah Rhea. Lalu yang menjadi pertanyaan sekarang, dimana ibuku berada? “Luka?” Aku bergumam meyakinkan. “Iya. Aku tahu kamu khawatir luka di wajahmu tidak bisa ilang. Tapi tenang aja, Sayang. Aku enggak menilai dirimu dari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN