Ini bukanlah sebuah peran. Namun ini adalah kondisi teraneh yang pernah Tuhan berikan. Seperti yang sudah dijanjikan oleh pak Ranu, pagi ini, setelah mendapatkan rekomendasi dari dokter, pak Ranu ingin mengajakku keluar kamar. Melihat ke sekitar area rumah sakit, termasuk ke ruangan di mana Rhea berada. Maksudku ibu dengan tubuh Rhea. Sekalipun kondisi kakiku yang terluka dan harus benar-benar hati-hati agar tidak semakin cidera, pak Ranu sengaja meminjam kursi roda dari rumah sakit, kemudian dengan sekuat tenaganya, tentu dibantu oleh suster, dia berhasil mengangkat tubuhku untuk duduk dikursi roda. Mengucapkan banyak terima kasir pada suster yang membantu tadi, perlahan-lahan pak Ranu mulai mendorong kursi roda ini keluar dari ruangan kamar rawatku. “Udah berapa hari ya kamu engga

