Bab 49

1405 Kata

Bermimpilah untuk bahagia, dan bangunlah untuk mewujudkannya.   Panik! Aku benar-benar panik untuk menjawab pertanyaan pak Ranu. Walau dia tidak terlihat mendesakku untuk menjawab dengan cepat, tapi tetap saja pertanyaan tidak diduga seperti ini malah membuatku tidak berkutik. Padahal mungkin bila saat ini ibu yang mendengarnya, pertanyaan yang pak Ranu ajukan adalah sesuatu hal biasa yang sering dikomunikasikan dalam suatu hubungan. Seperti yang dulu Elam tanyakan padaku, kenapa akhirnya aku luluh dan menerimanya. Tapi kali ini sangat berbeda posisinya. Masih merasakan kepanikan, aku berusaha menormalkan ekspresi, sengaja kualihkan tatapan ke arah lain, sambil memikirkan kira-kira apa jawaban ibu ketika ditanya demikian? “Sayang …” panggilnya lembut. “Ah ….” “Aku mau tahu, kenapa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN