Bab 50

1408 Kata

Terjaga disampingmu adalah hal terindah yang akhir-akhir ini begitu aku nikmati.   Makan menjadi tidak nikmat. Perasaan menjadi was-was. Semuanya semakin terasa ketika kami sudah sampai rumah kembali. Kalimatnya tadi saat membantuku turun dari mobil kembali terulang dipikiran. Jangan-jangan malam ini pak Ranu akan memintaku untuk melayaninya? Sungguh, aku tidak siap. Dan mungkin tidak akan siap. Terbangun dan berada ditubuh ibu saja membuatku ketakutan dan bingung, mengapa semua ini bisa terjadi. Apalagi sampai harus melayani seluruh kewajiban ibu. Bisa-bisa aku menjadi gila, karena hal yang tidak pernah kumimpikan sebelumnya. “Hei, kenapa sih? Masih marah, ya? Sampai makan tadi enggak dihabiskan.” Aku meliriknya sebelum menggeleng. Menatap pak Ranu dalam kondisi yang minim dengan cah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN