Mimpi itu datang lagi, kali ini membawa jawaban yang pasti. Ayahku hadir kembali dalam mimpi malam ini. Melihatnya tersenyum, dan berdiri tegak di depan pintu rumah ini, membuatku sadar ayah tidak pernah pergi ke mana pun walau sudah 15 tahun waktu berlalu. Dengan segenap rindu yang membuncah, aku rasanya ingin segera berlari ke arahnya. Memeluk dia erat untuk meringankan beban rindu ini. Akan tetapi disaat aku sedang berusaha untuk mendekatkan diri ke ayah, pikiranku seolah tersadar bila ini hanyalan mimpi. Mimpi yang tercipta karena saling merindu. Entah ayah di sana yang merindukanku, atau aku yang terlalu ingin menangis dalam pelukannya untuk menceritakan semua beban ini. Jujur saja, akhir-akhir ini kondisiku memang sangat rapuh. Mendengar hal yang tidak sesuai dihatiku sedikit s

