Aku ingin menangis demi menghapus luka hati ini. Tapi nyatanya aku malah membuat luka baru di hati orang lain. Aku terus terisak tidak mau berhenti setelah mendengar ungkapan hati Elam tadi. Laki-laki itu yang biasanya bisa bergelayut manja dengan ibu, menceritakan segala perasaannya, kini benar-benar berubah total. Hanya karena kenyamanan sudah tidak dia rasakan lagi, Elam benar-benar menghindari ibu, yakni aku. Pantas saja sikapnya sangatlah berubah. Apalagi semenjak dari rumah sakit, Elam tidak pernah bersikap seperti Elam yang aku kenali selama 2 tahun ini. Mungkin memang benar, selain karena perasaan nyaman itu tidak dia rasakan lagi, ada hal lain yang sedang dia jaga dan tidak ingin terlibat di dalamnya. Yakni kini sudah ada pak Ranu dalam keluargaku. Dia pastinya tidak akan mer

