Kata-kata yang terucap kadang malah menjebakmu dalam kehidupan. Namun tindakan nyata lah yang akan menyelamatkanmu. Tidak tahu harus merespon apa dari pertanyaannya, tangisku yang sejak tadi sudah reda, kini kembali terurai bahkan sampai membasahi tangannya yang sedang memegang pipiku. “Yang, kenapa sih? Jawab aku coba. Kamu ngerasa sakit? Atau ada yang kamu rasain? Kenapa kamu malah nangis gini?” Aku, Rhea, sekalipun kini berada didalam tubuh ibu, tetap saja diri ini sulit sekali merangkai kata-kata yang bisa menggambarkan kondisiku. Aku lebih sering meledak-ledak, sampai sulit dipahami oleh semua orang. Karena itu aku sering kali mengunci diri di kamar, demi tidak menambah kebingungan orang lain untuk mengartikan kondisi yang terjadi padaku. Mungkin memang langka seseorang yang ka

