Berada diposisi ini bisa menjadi kecelakaan yang menyenangkan? Sadar atas semua sikapku yang bisa dikategorikan buruk. Aku hanya mengunci diri di kamar, berusaha merenungi semuanya. Baik buruknya sikapku selama ini, aku akui mungkin sudah keterlaluan. Namun bukanlah perkara mudah mengubah sikap seseorang untuk menjadi seperti yang diinginkan oleh orang lain. Kadang jika sudah seperti ini, bibirku tersenyum malu sambil mengingat-ingat bagaimana dulu perjuangan Elam mendekatiku. Masa dimana aku yang bersikap angkuh kepada Elam. Bahkan disaat temanku mengenalkan Elam, aku tak acuh atas kehadiran sosok baru Elam pada masa itu. Sebenarnya bukan tanpa alasan aku begini, jelas peran utamanya adalah ketika kami rebutan semangkuk bubur terakhir. Dan berani-beraninya setelah itu Elam mendekati

