Wisnu terduduk di dalam ruang tamu rumah yang ditempatinya bersama sang ibu. Ekspresi wajahnya terlihat serius, menatap tembok kosong yang berdiri kokoh di hadapannya. Melihat putranya termenung, Bu Astri langsung menghampiri anaknya. Duduk di sebelah Wisnu, wanita paruh baya itu mengusap punggung putranya yang langsung tersadar dengan kehadirannya. "Kamu kenapa melamun? Ada yang kamu pikirkan?" Wanita itu bertanya dengan nada lembutnya, menatap putranya yang terlihat duduk melamun sejak 30 menit yang lalu. Khawatir dengan kondisi putranya yang tidak biasa. Mau bagaimanapun, Wisnu adalah putra satu-satunya yang dimiliki oleh Bu Astri. Anak itu sudah mandiri sejak kecil dan berusaha untuk mewujudkan segala impiannya. Helaan napas terdengar dari mulut Wisnu, lalu menoleh menatap pa

