Bab 34. Ayam Penyet

1004 Kata

Ayam penyet tentunya pilihan menu yang menurut Amanda sudah terlalu enak. Bibir wanita itu bahkan sudah memerah, dengan minyak yang menempel di sudut bibir. Rasanya memang sangat enak, dan Amanda menobatkan jika ini adalah salah satu tempat makan terenak di daerah sini yang pernah didatanginya. Bulir keringat sudah membasahi keningnya, membuatnya sesekali mengambil tisu dan mengelap keringatnya sendiri. Tisu yang selalu dibawanya di dalam tas tentunya bukan tisu yang ada di warung makan ini. "Kapan-kapan kita harus datang ke sini lagi. Kei, lo ingetin tempatnya. Awas aja jangan sampai lo lupa," peringat Amanda menatap Keira. Amanda berniat untuk datang ke tempat ini lagi jika mereka memiliki kesempatan dan waktu. "Tenang aja kalau sama gue. Memangnya gue itu elo, yang alamat ru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN