Aini tidak habis pikir kenapa ayahnya begitu kekeh ingin dia menikahi Leo. Pria itu sendiri sadar bahwa Aini sudah disakiti oleh Leo. Aini adalah anaknya, kenapa dia seolah tidak peduli sama sekali? Kenapa? Akhirnya dia memutuskan untuk menemui ayahnya di kantor pria itu. Aini tidak pernah ke kantor ayahnya. Mungkin banyak orang tidak mengenalnya. Berbeda dengan Zaline dan Nina. Mereka sering ke kantor ayahnya..bahkan bebas masuk kapan saja. Keluar masuk kantor ini seperti memang mereka yang memiliki hak atas segalanya. Aini tidak bisa berkomentar banyak tentang hal itu. Dia memang tidak iri kebetulan bukan tipe Aini suka memamerkan apa yang ada pada dirinya. Tidak seperti kedua saudari tirinya. Tapi tidak memungkiri Aini sedikit risih kala beberapa karyawan ayahnya menatap aneh padanya.

