Rasa pusing memenuhi Arjuna. Dia mengusap keningnya sembari menatap komputer yang ada di hadapannya. Meski jam sudah menunjukkan waktunya pulang, Arjuna sama sekali belum berniat untuk kembali. Dia masih sibuk dengan proposal yang ingin dia kirimkan ke Leo. Arjuna merasa kalau proposal ini yang akan menjadi penentu apakah dia bisa membantu Aini atau tidak. Bila dia sampai gagal, sama saja seperti dia hanya bermain-main untuk gadis tersebut. Dalam rasa pusingnya itu, dia terus mengetik dan kembali menghapusnya berulang kali, ponsel yang dia tinggalkan di sampingnya berbunyi dan menyala, menunjukkan notifikasi dari seseorang yang tidak pernah dia kira. Nama Lia tertera di sana, dia menggunakan capslock di pesannya ditambah dengan tanda seru. Awalnya dia akan mendiamkan pesan tersebut, teta

