“Aduh … seberapa jauh lagi rumahnya?” Arjuna yang terpaksa membawa Lia pulang, keadaannya setengah sadar, menggerutu kepada dirinya sendiri. “Mana berat banget ….” Karena tidak sadar, Arjuna membiarkan Lia menghabiskan botol yang awalnya dia pegang, mengira kalau minuman tersebut bukanlah alcohol. Setelah habis, barulah laki-laki tersebut sadar. Kelalaiannya membuat Lia semakin menjadi. Dia benar-benar sudah tidak bisa dikontrol. Ketika Arjuna sedang bersusah payah memikirkan cara untuk menenangkan Lia, dia melihat ponsel Lia yang berbunyi cukup kencang. Ketika Arjuna memfokuskan atensinya, dia melihat nama Aini yang tertera di sana. Seketika Arjuna merasa mual meliat nama tersebut. Buru-buru dia memperhatikan sekitar dan mengangkat ponsel tersebut, berbincang sebentar dengan Aini yang

