Karena semua masalah yang ada, Dave memutuskan untuk beristirahat selama beberapa saat sembari menunggu waktu untuk makan siang bersama dengan klien. Helaan napas berkali-kali keluar dari bibir Dave ketika dia berusaha untuk tidur. Bukannya merasa lebih baik, usahanya untuk beristirahat tersebut hanya membuat kepalanya terasa semakin sakit. Tidak terkecuali, dia terus kembali memikirkan masalah yang ada, bagaimana dia mengancam Marissa sebelumnya. Meski tidak benar, Dave tetap merasa bersalah karena melakukan hal semacam itu kepada seseorang yang dia sebut sebagai teman. Lagi-lagi Dave menghela napas, ingatannya masih teringat bagaimana dia berteriak dengan keras. Rasanya, semua orang akan membicarakan mengenai tindakannya tadi di belakang dirinya. Sungguh bukan hal yang dia inginkan, na

