Ketika sudah kembali di mobil, Dave dan Aini kembali terdiam selama perjalanan. Mereka saling bertukar pandang sesekali, berbincang antar satu sama lain tanpa kata-kata. Untungnya Aini tidak perlu mengingatkan Dave akan keinginan para pekerja yang menitip kepadanya saat keluar tadi, memudahkannya untuk segera mengumpulkan semua belanjaan mereka. Namun, sebelum mereka bisa kembali ke kantor, seketika Dave menghentikan mobilnya. Dia juga menundukkan kepala sebelum menatap Aini dengan serius. “M-mau makan dulu? Tadi saya lihat kamu belum makan dengan baik.” Aini mneggelengkan kepala, tidak ingin lebih lama lagi dengan Dave karena takut akan luluh. “Tidak, tidak apa. Saya juga ada beli beberapa bersama dengan yang lain.” “Saya memaksa,” ucap Dave final, tidak memberikan ruang untuk Aini

