Mommy yang mendengar nana teriak pun masuk. Alangkah kaget nya ia melihat nana kesakitan, mommy pun langsung mendorong vera dkk.
"kalian ngapain jambak nana?" tanya mommy.
"lohh mama mertua kenapa disini?" tanya vera sok akrab.
"saya tanya kenapa kalian jambak nana!" mommy.
"dia kan miskin tante, dia juga udh deketin rio jadi aku boleh dong jambak dia. Kan rio pacar aku" jawab vera santai.
"heh anda sadar diri! Anda bukan siapa siapa anak saya dan juga kalian gak boleh gangguin nana!" ucap mommy yang marah.
"haduh tante jangan bilang dia ini jalangnya keluarga kalian yah. Jadi gak usah kalian lindungin" ucap vera gak tau diri.
Lalu vera menarik nana lalu mendorong nana hingga kepala nana terbentur westafel. Akibatnya pelipis nana pun berdarah. Mommy yang sudah panas Ketika liat anaknya di perlakukan begitun langsung mendorong vera dkk membuat mereka semua jatuh dan kesakitan.
Lalu vera dkk langsung keluar dari toilet karena melihat mommy yang sudah ingin menerkam. Lalu mommy pun berteriak.
"RIOOOO" teriak mommy.
Rio yang kaget mendengar teriakan mommynya pun panik lalu langsung masuk ke toilet.
"mom.. eh mommy ia kenapa?" tanya rio yang sudah panik.
"cepat bawa nana ke rumah sakit mommy khawatir. Dia sudah gak sadarin diri" khawatir mommy.
Lalu rio pun mengendong nana. Lalu mereka langsung ke rumah sakit dan mengabari semua orang di masion. Sesampai mereka di rumah sakit victorio berteriak seperti orang gila sambil mengendong kembarannya.
"dokter!! Ini bantuin, kalau gak gw bakar rumah sakit ini!" teriak victorio.
Pada dokter dan suster pun memeriksa. Rio pun mencoba untuk menenangi mommy nya walau dalam hati dia juga khawatir.
Semua sahabat dan keluarga Victoria pun datang langsung menanyakan apa yang terjadi. Victorio pun menjelaskan semua kejadiannya. Lalu selang beberapa waktu dokter pun keluar dari ruangan Victoria.
"gimana keadaannya dok?" tanya Victoro yang mewakili keluarga dan sahabatnya.
Keluarga alexsander khususnya daddy, viko, dan ales.
Karena mereka tidak pernah khawatir pada perempuan kecuali mommy dan queennya mereka (Victoria).
"keadaan pasian sebenarnya kurang bagus. Benturan di kepalanya cukup kuat. Akibatnya dia mengalami pendarahan di otak. Dan kami turut sedih karena pasian mengalami koma" tutur dokter.
Lantas Victorio dan mommy pun histeris mendengar yang di katakana dokter. Sahabat sahabt Victoria juga turut sedih, khususnya alea. Alea yang mendengar itu pun langsung menelepon vika (mama) dan (vero) papa.
“pasien akan kami pindahkan ke ruangan VVIP gold” dokter.
Setelah itu sahabat Victoria dan Victorio pun pulang karena di paksa oleh keluarga alexsander.
Tetapi alea tetap kekeh untuk tetap tinggal, akhirnya pun alea di perbolehkan olah mereka.
Skip..
Sudah 3 hari Victoria koma dan selama 3 hari itu pun vera dkk tidak masuk sekolah. Hari ini vika dan vero pun ke Indonesia untuk membongkar Sebagian rahasia mereka.
Tok tok
Ceklek
"vero? Lo ngapain disini?" tanya varo (daddy)
"ada yang mau gw jelasin" jawab vero dengan nada serius.
Mereka pun duduk lalu vero dan vika pun menjelaskan semuanya. Dari kejadian itu sampai Victoria yang membangun perusahaan. Varo, viko, dan ales pun menangis sejadi jadinya. Mereka tak menyangka kalau queen mereka ada di samping mereka.
"jadi mom dan Victorio udh tau?" tanya ales.
"iya aku sama mommy udh tau" jawab Victorio.
"kenapa kalian gak kasih tau kita? Kenapa kalian harus membuat kita bingung dengan sikap mom dan io?" tanya viko.
"karena ini permintaan dari ia sendiri" jawab mommy.
"rahasia apa lagi yang Victoria sembunyiin?" tanya daddy yang akhirnya buka suara.
"Victoria adalah pendiri dan leader dari BRM" jawab vero.
“kenapa? Kenapa dia bisa mendirikan dan menjadi leader dari BRM? Itu sama sajah membahayakan keselamatan ia" tanya viko.
"jika dia tidak mendirikan BRM dan menjadi leadernya mungkin kalian sudah mati sekarang" jawab vika.
mommy dan Victorio yang mengerti pun hanya menunduk. Sedangkan daddy, viko, dan ales pun menyirit bingung dan kaget dengan pernyataan dari vika.
Skip
Sudah genap 2 bulan victoria coma. Selama itu pula keadaan keluarga dan sahabat ria dan rio kacau. Khususnya victorio yang seperti mayat hidup. Victorio selalu bersih keras menemani victoria. Tidak jauh beda dengan viko dan ales mereka juga turut menjaga adik tercinta.
Sebenarnya beberapa bulan yang lalu victoria sempat sadarkan diri, tapi tidak lama victoria kejang kejang karena di prediksi ada gangguan otak. Dokter pun menyerah karena tidak ada perkembangan apapun dari otak victoria.
Hari ini pun semua orang memutuskan melepas alat bantu victoria dan merelakan victoria dengan rasa yang bercampur.
"mom, apa kita gak bisa nunggu lagi? Seenganya kita tunggu sampai dia ada pergerakan dari otaknya walau hanya sedikit" lirih viko.
"mom juga maunya seperti itu. Tapi jika kita seperti itu kasian victoria yag harus kesakitan karena alat alat ini" jelas mommy dengan suara yang serak karena menangis.
Semua sahabat dan keluarga besar ada di kamar rawat victoria. Termasuk keluarga dari sahabat sahabat ia dan io.
"permisi" ucap dokter itu.
"silahkan masuk dok" jawab daddy.
"hari ini adalah hari dimana kami akan melepas alat bantu miss victoria. Saya harap semua yang ada disini tidak berisik agar miss bisa pergi dengan tenang" ucap dokter itu.
Ruang itu penuh dengan tangis isak karena mereka sedih ditinggalkan sosok seperti malaikat bagi mereka. Sebelum Dokter alat bantu itu. Tubuh victoria pun kejang kejang seperti waktu lalu. Semua pun histeris karena tidak sanggup melihat malaikat mereka sakit sepeti itu.
Dokter pun akhirnya berusaha untyk menetralkannya karena suruhan dari victorio. Victorio melakukan itu karena ikatan batin kembarnya menguat. Saat dokter berusaha, victorio memegang tangan kanan victoria yang di penuhi infus dan jarum.
"ashh"
Mendegar itu semua pun melihat ke arah temlat victoria. Mereka terkejut melihat victoria yang sadar tetapi tidak lama victoria mengerang kesakitan di kepalanya.
Victorio pun memeluk victoria sambil menyalurkan kekuatan kepada kembarannya.
"ia, ini io. Io yakin ia kuat. Io ada di sisi ia kok. Jadi ia yang kuat ya... Jangan tingalin io" bisik victorio.
Setelah itu victoria pun kembali tenang. Lalu victoria pun di beri obat penenang agar otaknya bisa berkerja dengan baik. Semua yang ada di situ pun senang dan bahagia karena malaikat mereka kembali sehat. Mereka pun berjanji pada diri mereka sendiri untuk selalu menjaga malaikat mereka.
"Terima kasih Tuhan engkau telah memberikan kami kesempatan untuk menjaga permata kami" ucap daddy dan mommy dalam hati sambil tersenyum.
"Terima kasih Tuhan karena Engkau telah mendapatkan adik kami dan kami akan berjanji akan melindungi dia" batin viko, ales, dan victoria.
"kita berjanji akan menjaga ria. Walau nyawa kamu taruhanya" batin sahabat victoria.
"terima kasih kau telah kembali" batin seseorang.