"Hanya Ilene yang percaya bahwa aku bukan lah pembunuh." Lanjut Willis yang membuat tubuh Casey seketika mematung. "Pembunuh?" Casey mengulang ucapan Willis dengan nada hati-hati. Tidak ada nada keterkejutan di dalam ucapannya. Casey tiba-tiba jadi teringat kejadian saat pelatihan menembak dan Willis menggunakan beberapa anak kecil untum menjadi pemegang apel dan bahkan menjadi target mereka karena Casey yang terus membangkang. Raut wajah Casey berubah sedih, ia teringat bagaimana kejadian itu terjadi, saat peluru melayang dan menembus kain itu lalu Casey melihat siluet bocah lelaki terjatuh di atas tanah. "Jadi, anak itu, benar-benar meninggal?" Tanya Casey dengan tatapan menerawang kosong. Ia tertunduk, namun Willis dapat melihat sorot kesedihan dan netra Casey yang berkaca. Willis t

