"Bik, Yama udah pulang?" tanya Mila ketika ia dan Tiana sudah sampai di rumah. Bik Odah yang tengah mengepel lantai seketika menghentikan kegiatannya. "Udah, nyonya, ada di kamarnya, langsung masuk kamar waktu pulang." Mila menghempaskan tubuhnya di sofa, ia melepaskan sepatu wedges yang dipakai. "Suruh turun, bik, saya beli makanan banyak buat makan siang, pasti dia belum makan. Bibik juga belum makan kan? Nanti kita makan bareng." Mila memijat kakinya yang terasa sangat pegal. Bayangkan saja, mereka berdua menunggu taksi hampir satu jam berdiri di pinggir jalan. Benar - benar hari yang melelahkan! Ketika Bik Odah membereskan alat pelnya dan bersiap untuk naik ke lantai atas, tiba - tiba Tiana menahan tangan Bik Odah. “Biar Tiana aja yang manggil Kak Yama, bik.” “Non Tiana ngga

