Diusia 6 tahun, Tiana ingat dulu ia menangis meraung kepada kedua orang tuanya karena ingin dibuatkan pesta ulang tahun yang bagus seperti teman - temannya. Ia merasa iri karena hampir semua temannya membuat pesta ulang tahun dengan mengundang badut, membuat banyak makanan, ada juga kue ulang tahun yang bergambar kartun, lalu semua orang yang diundang datang sambil membawa kado. Tiana kecil sangat ingin merasakan itu semua. Namun, apa daya kedua orang tuanya tidak bisa mewujudkan keinginannya. Di saat ulang tahunnya tiba, Tiana kecil menangis di kamarnya. Tidak ada spesial di hari ulang tahunnya, saat itu ia membenci kedua orang tuanya. Tetapi, ada sang ibu yang datang dan menenangkannya. Beliau menasehati dirinya kala itu, membuat dirinya tenang dan sedikit mengerti bahwa keuangan keluar

