Bab 26

1585 Kata

 “Kak Yama pasti belum makan, kita makan dulu yuk.” Yama yang sedang nyaman - nyamannya memeluk perut Tiana, kini mendongak untuk menatap wajah gadis itu. Tiana tersenyum sangat manis. “Pegel ya berdiri terus?”  “Sedikit,” jawabnya masih dengan senyuman yang mengembang. Tangan Tiana merangkum wajah Yama, Tiana baru sadar kalau Yama itu ganteng juga ternyata. Kulitnya yang sawo matang, mata dan rambutnya yang berwarna hitam, hidung yang bangir dan juga bibirnya yang menggelap mungkin karena lelaki itu merupakan perokok aktif. “Ganti celana dulu sana.” “Gantiin dong, masa setengah - setengah sih, Na,” rengek Yama. Sejak mereka semakin dekat, Tiana jadi tahu sifat asli Yama yang sebenarnya. Dibalik kelakuannya yang nakal ternyata Yama memiliki sifat manja. “Nggak ah, kan sendiri juga b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN