Tiana berjalan dengan cepat dari belakang sekolah setelah minta diturunkan Yama di sana. Ia bersyukur karena tak ada melihat dirinya bersama Yama tadi. Ketika hampir sampai depan gerbang sekolah, tiba - tiba mobil berwarna merah berhenti di sebelahnya. Dan kaca jendela mobil itu terbuka memperlihatkan orang yang paling Tiana benci. "Woy!" ucapnya dengan kencang. Lalu orang itu keluar dari mobilnya seraya mengambil tasnya yang ada di kursi penumpang. Setelah itu mobil pun pergi meninggalkan mereka. Pundak Tiana dirangkul dengan kencang olehnya. Gadis itu merasa sangat tidak nyaman. Dan ia berusaha untuk melepaskannya namun tak bisa karena tenaga orang itu cukup kuat. "Lo ada hubungan apa sama Yama?" ucapnya lagi. "Gak ada hubungan apa - apa kok, Kak." Tiana menjawab dengan jantung

