Bab 69

1360 Kata

 Yama mendekati Tiana yang kini tengah duduk di atas ranjang seraya mengeringkan rambutnya dengan handuk. Ia pun mengambil tempat di sebelah Tiana untuk duduk bersama dengannya. “Na ...” ucap Yama seraya mengelus pelan punggung Tiana. Ia juga menatap Tiana, namun pandangan gadis itu hanya kosong lurus ke arah depan. Yama menarik pelan wajah Tiana agar menatapnya. Lalu yang ia lihat adalah kekosongan dan kehampaan dalam mata gadis itu. Yama memejamkan matanya sejenak. Ia tak bisa melihat Tiana seperti ini. Tiana seperti tak memiliki tujuan hidup lagi. Biasanya, mata gadis itu cerah bercahaya, namun kini, semuanya hilang entah kemana. Yama memeluk Tiana dengan erat. “Tiana ...” Tiana menangis dipelukan Yama. Ia menumpahkan tangisan dan emosinya di pundak Yama. “Aku masih mau sekolah, Ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN