Mila menghela napasnya pelan seraya menatap Bik Odah yang tengah menaruh dua cangkir teh hangat dengan beberapa camilan di atas meja. "Ada lagi Nyonya yang perlu saya bawakan?" tanya Bik Odah. "Ah, sudah cukup, Bik. Terima kasih," jawab Mila. "Kalau begitu saya permisi ke dapur lagi, mau masak buat makan siang nanti," ujar Bik Odah yang langsung diangguki oleh Mila. "Saya permisi ke belakang ya, Tuan Guntur," kini Bik Odah berpamitan kepada pria yang duduk dengan gagah berwibawa di sofa. Mila masih dongkol kepada pria itu. Ia sudah menyuruhnya untuk pergi, namun pria itu malah dengan tak sopannya masuk ke dalam rumah. Dan kini, pria itu duduk bagaikan seorang raja yang memiliki kekuasaan penuh di sebuah kerajaan. Dari cara duduknya yang sangat berwibawa, kedua tangannya yang bera

