Karena Yama tak ingin mengganggu istirahat Tiana. Ia memutuskan untuk keluar, namun ketika ia berdiri, tangannya langsung digenggam oleh tangan Tiana. Tubuh Yama membeku, sontak kepalanya menoleh untuk menatap Tiana. Dan benar saja, ternyata mata Tiana sudah terbuka, kini gadis itu tengah menatap dirinya dengan lekat. "Maaf ngeganggu kamu, Na. Sekarang istirahat lagi aja," ucap Yama seraya berusaha melepaskan cekalan tangan Tiana pada tangannya. Tiana menggeleng pelan dengan cekalan tangannya yang dia kuatkan. "Kak Yama marah?" tanya Tiana dengan wajah sedih. Yama menghela napasnya pelan. Ia sebenarnya sangat kesal kepada Tiana karena gadis itu tak mengabarinya apapun. Tapi juga, setelah dipikir - pikir mungkin Tiana punya alasan tertentu. Akhirnya, Yama pun kembali duduk di sisi ran

