“Pak, Ibu benar-benar bingung, kenapa Tiana bisa sampai seperti itu?” Ibu Farida berbicara kepada suaminya di dalam kamar. Mereka berdua sama-sama khawatir dengan keadaan yang menimpa putri mereka. Melihat Tiana yang begitu menderita, luka dimana-mana membuat ibu dua orang anak itu sakit hati. “Apa dia sering seperti itu? Tidak sekali dua kali saja, Pak. Bahkan, beberapa kali Ibu pernah melihat Tiana yang pulang dengan pandangan kosong dan tak bersemangat lagi. Seperti ada yang disembunyikan olehnya. Ibu takut terjadi apa-apa sama Tiana di sekolah.” Pak Arief terdiam mendengar perkataan yang keluar dari mulut istrinya. Benar. Apa yang dikatakan istrinya begitu masuk akal. Tak mungkin Tiana kecelakaan seperti itu tiba-tiba. Wajah putrinya tak bisa membohongi mereka berdua yang merupakan ke

