Arief datang dengan istrinya—Farida—ketika menjemput Tiana di rumah sakit. Mereka begitu khawatir ketika melihat Tiana yang terbaring di ranjang rumah sakit dengan selang infus di tangannya. "Ya Allah teh, kenapa bisa sampe begini?" ucap Farida seraya mengusap rambut putrinya dengan sayang. "Aku nggak apa - apa, Bu," jawab Tiana seraya tersenyum kecil. Ia mengelus tangan Farida dengan lembut. "Ieu teh kunaon?" (Ini tuh kenapa?) Ya, lagi - lagi luka di ujung bibir Tiana menjadi perhatian dari orang - orang termasuk Ibunya. Tiana pun menggeleng pelan. "Ini gak kenapa - kenapa, Bu, cuma kecelakaan kecil." "Ya Allah, Na, kamu bikin Ibu khawatir banget," ujar Farida sedih. "Jangan gini lagi." Tiana mengangguk pelan. "Iya, Bu, nggak!" Setelah itu ia pun tersenyum kecil. "Pak, Bu, s

