Kehidupan Yama sekarang lebih baik dari sebelumnya. Dua bulan sudah berlalu dan besok Yama akan kembali memeriksakan dirinya kembali ke dokter, kata dokter sudah waktunya gips yang ada di tangan dan juga kakinya dilepaskan. Ia merasa sangat senang, karena selama kaki dan tangannya dipasangkan gips, banyak sekali pantangan yang tak boleh ia lakukan. Dan setelah gipsnya dilepas, dia akan melakukan fisioterapi agar bisa kembali jalan normal seperti semula. Yama sudah malas menggunakan kursi roda. Setiap ke sekolah pun, ia merasa tak sebebas dulu. Harus ada seseorang yang mendorong kursi rodanya dari belakang, karena ia tak mungkin hanya menggunakan satu tangannya. Ia selalu merasa tak enak hati karena merepotkan orang lain. Dan orang lain itu tak lain tak bukan adalah Sinta. Selain karena ha

