Bab 21

2081 Kata

 Yama menunggu di teras sambil memainkan ponselnya. Setelah sampai di sekolah siang tadi, para siswa pun dijemput oleh orang tua mereka masing - masing. Kecuali dirinya, mungkin. Karena waktu itu Yama berangkat ke sekolah menggunakan motor, lalu ia menitipkannya ke salah satu pemilik toko klontong di dekat sekolah. Pemilik toko klontong itu sangat mengenal Yama, bagaimana tidak mengenalnya jika hampir setiap hari Yama dan kawan - kawannya nongkrong di toko klontong miliknya. Ia sudah terbiasa mandiri tanpa melibatkan orang tuanya sejak kecil. Ia hidup bagaikan anak yatim piatu padahal ia memiliki orang tua yang lengkap. Bik Odah yang selalu mengurus semua kebutuhan dan keperluannya. Tak heran, jika Bik Odah lebih tahu tentang dirinya dibandingkan dengan mamanya yang notabenenya adalah wan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN