Tiana mendengarkan percakapan mereka dari dalam kamar mandi. Ia menempelkan telinganya dekat dengan pintu agar semakin terdengar jelas percakapan mereka. “Kalian semua ini temen deketnya Yama?” Tiana mendengar suara Budhe Sila. “Iya, Budhe,” dan kali ini Tiana mendengar sepertinya semua teman Yama berbicara bersamaan. “Kalau dia beda, Budhe ... dia namanya Sinta, mantan pacar Yama.” Tiana mengepalkan tangannya ketika mendengar itu. Dan dari suaranya, Tiana yakin bahwa itu adalah suara Devi. Ia masih tetap berdiri pada tempatnya. Ia sungguh kesal, kenapa masih saja dibahas masalah yang tidak penting seperti itu? Apakah sekarang ia merasa cemburu? Ah, Tiana langsung menyentuh pipinya sendiri yang terasa hangat. Lalu ia menggelengkan kepalanya pelan. “Wah, beneran?” “Iya, bener,

