Mila menatap Guntur dengan tatapan tak percaya. "Ayo ikut, tolong untuk kali ini saja ... tolong bantu Yama ... selamatkan anakku agar dia bisa bertahan," ucap Mila dengan suaranya yang bergetar. Guntur yang menatapnya pun tiba-tiba merasakan sesuatu hal yang berbeda ketika Mila menyebutkan kata 'anakku' di sana. Matanya memejam sejenak, lalu ia mengangguk pelan. Entah kenapa perasaannya sekarang menjadi tak karuan. Matanya membelalak ketika tangan Mila menarik tangannya agar berjalan bersama. Sepanjang perjalanan, pikiran Guntur dipenuhi banyak pertanyaan. Dan tak terkecuali kejanggalan antara dirinya dan Yama yang mempunyai golongan darah sama. Bahkan ketika sudah sampai di depan ruang gawat darurat, tatapan Guntur masih kosong. "Ma ... kenapa dia—" ucapan Tiana terpotong. Ia lebih

