Rafiqa sudah didandani dan memakai kebaya putih simpel namun elegan. Wajah cantiknya bertambah, sayang tak ada senyum sedikitpun pada bibirnya. "Senyum dong Mbak, jangan cemberut. Kalau cemberut kesannya si Mbak kayak dinikahkan secara paksa," sahut Bu Dewi si perias. "Ehmmmm ...," jawab Fiqa. Dalam otaknya Fiqa sedang merancang strategi untuk menggagalkan pernikahan ini. Tapi dengan cara apa? Haish ... Fiqa merutuki dirinya. Kalau saja dia mengingat pelajaran biologi. Padahal dia berasal dari keluarga dokter. Kedua orang tuanya dokter, kakaknya dokter, dan SMA-nya jurusan IPA. Haish. Lagi-lagi Fiqa merutuki kebodohannya. "Fiqa," teriak ketiga sahabatnya. Fiqa menoleh dan tersenyum tipis. "Selamat sayangku. Sakinah, mawadah dan waramah ya?" ucap Sofia. "Semoga cepat dapat momongan y

