Sesion 3 : Si Mata Elang Penakluk Hati

1424 Kata

Suara hingar bingar musik di sebuah club malam di Jogja memekakkan telinga. Sebagian besar ada yang mabok, joget-joget gak jelas, mengumpat, dan teler. Seorang gadis berusia 22 tahun nampak muak melihat pemandangan yang terpampang nyata melalui netra matanya yang berwarna cokelat terang. Wajah blasteran yang diturunkan dari sang ayah benar-benar membuatnya tampak cantik mempesona walau kesan jutek dan angkuh sangat kentara. "Come on Fiqa, ayok ikut kita disini Joget-joget. Kita rayain kelulusan kita," ucap Clara salah satu sahabatnya. "Malas, kalian aja," sahut Fiqa cuek. "Minumnya Mbak?" Seorang pelayan wanita menawarinya minum. "No thanks." Fiqa mengamati seisi ruangan hingga matanya tertuju pada mata Elang. Fiqa memutar bola matanya jengah melihat tampang tengil Elang yang sela

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN