Sesion 2 : 10. Kangen

1197 Kata

POV Royyan "Brother," ucapku duduk di samping Reihan. "Hem." Hening. Kulirik Reihan tengah berkutat dengan laptopnya. "Kalau mau nikah, nikah aja. Jodoh siapa yang tahu, jangan sampai Ayana diambil yang lain," ucap Reihan. "Belum juga ngomong kok tahu kalau aku mau curhat tentang Ayana," sahutku. "Lupa kita kembar." "Hehehe. Bener. Kamu sendiri gimana Rei? Kamu normal, 'kan?" Pletak! "Sakit Rei." Aku mengusap-usap dahiku. "Apa aku harus nyium seorang cewek di bawah taburan bintang biar semua orang tahu kalau aku normal?" sindir Reihan. "Hehehe. Peace habis aku gak tahan Rei," ucapku sambil cengengesan. "Jangan sampai kebablasan aja. Apalagi kalian sering berduaan." "Makanya ini pengin kuhalalin. Langsung lamar aja kali ya?" "Harus, udah icip-icip juga." Aku cuma nyengir lagi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN