Elang tengah berfikir tentang kasus yang menimpa Ayana. Sudah sebulan lamanya namun belum juga dapat diselesaikan. Karena Arfan menghilang bak ditelan bumi. "El." "Oh, hai Jo." Jovan duduk di sofa yang ada di ruangan kerja Elang. Wajahnya tampak kusut sekali. "Kusut amat." "Iya nih, pusing aku. Si Arfan belum ketemu." "Gak ada orang yang bisa diinterogasi apa?" "Nah itu masalahnya, Amar Rajendra sendiri tidak tahu dimana cucunya. Sekarang dia di rumah sakit. Serangan jantung karena sang cucu jadi tersangka percobaan penculikan, tersangka pembunuhan dan mucikari prostitusi artis." "Tunggu, tersangka pembunuhan?" tanya Elang terkejut. "Otak pembunuhan Amir Rajendra." "Astaga! Ternyata memang kematian Amir sebuah rekayasa." "Iya dan yang membantu membunuhnya adalah wanita yang sama

