1. Naira "Assalamualaikum. Gimana Mas?" suara adik jutekku di seberang sana. "Mas lagi ada kerjaan mendadak. Mesti balik dulu ke Cilacap sekalian pulang. Kamu nanti mau nitip dibawain apa?" sahutku. "Gethuk sama keripik tempe buatan Eyang putri ya Mas." "Oke. Hati-hati ya kamu. Apa aku suruh Elang buat jemput kamu." "Plis deh Mas, aku udah gede kali gak usah main jemput kenapa?" "Hahaha. Okelah. Hati-hati ya adekku yang paling jutek tapi gak paling cantik." Aku memutuskan sambungan telepon dengan Fiqa kemudian kuhubungi seseorang. "Gimana Roy?" Suara seseorang diseberang sana. "Katanya kamu lagi ikut temenmu ya menyelidiki sebuah kasus di Jogja?" "Iya bener? Kenapa?" "Bisa nitip adik jutekku bentar gak malam ini?" "Hahaha." Terdengar suara tawa di seberang sana. "Kenapa kamu ke

