55

1450 Kata

Tepat pada jam dua belas malam, semua rangkaian acara pertunangan pun akhirnya terselesaikan. Para tamu yang Nean undang ke rumahnya telah pulang. Namun, tidak dengan keluarga besar Dimas dan Danial. Mereka saat ini sedang berkumpul bersama di ruang keluarga. Suara candaan terdengar jelas di ruangan yang didominasi warna abu-abu itu. Nean dan Zenna yang melihat keluarganya bahagiapun turut senang melihatnya. “Umi sebaiknya istirahat,” Ucap Nean kepada wanita paruh baya yang sedang duduk di sampingnya. Wajah keriputnya terlihat sangat letih. Wanita itu menggelengkan kepalanya pelan. “Kapan lagi kita bisa berkumpul seperti ini? Rasanya malam ini umi mengulang masa muda. Andaikan abi kamu masih hidup, pasti abi sangat senang melihatmu bersanding dengan wanita cantik.” Nean tersenyum. T

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN