56

1729 Kata

Pagi hari pun sudah menjelang. Gerimis mengguyur sejak jam lima pagi hari tadi. Hawa dingin itu membuat semua orang pasti akan bermalas-malasan di atas kasur dan enggan melakukan aktivitas di luar seperti biasanya. Namun, tidak dengan Risma, wanita itu sudah bangun dan langsung menuruni anak tangga menuju dapur membuat sarapan untuk putra dan putri tercintanya. Sarapan pagi ini tidak terlalu berat dengan menu yang biasanya setiap pagi dia sajikan untuk Sisil dan Gilang. Nasi goreng andalannya dengan telur mata sapi yang aromannya sudah semerbak memenuhi rumah mewah itu. Setelah sekian lama bergelut dengan peralatan dapurnya, Risma memutuskan untuk membuka pintu utama agar udara sejuk bisa masuk ke rumahnya. Namun, saat pintu itu terbentang lebar, ke dua mata Risma terbelalak saat mel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN