Dua bulan kemudian …. Zenna duduk termenung di dalam kamarnya, tepatnya di depan meja di dekat jendela. Matahari sore menyorot indah dan sinarnya masuk melewati jendela yang terbuka lembar membuat wajah gadis itu tersorot warna jingga yang menyela indah. Dua bulan setelah kembalinya Nean ke kota membuat hati gadis itu gundah dan merasa kehilangan sosok lelaki itu. Sungguh, jauh di dalam lubuk hatinya yang paling dalam ia masih mencintai lelaki itu, tetapi gadis itu takut jika mengatakan perasaan yang sesungguhnya maka Nean akan kembali ke dalam masalah yang rumit. Lila yang tidak sengaja melintas di depan kamar sang putri pun langkahnya terhenti saat melihat Zenna hanya duduk diam di depan jendela. Lila mengetuk pintu kamar gadis itu, namun sang empu tidak menoleh sedikit pun. Lila ak

