78

1094 Kata

Pagi-pagi sekali Gilang sudah berada di depan rumah Lovinta dengan alasan ingin berangkat ke kantor bersama. Kedatangannya masih tidak disambut baik oleh gadis itu. Namun, Gilang tidak akan menyerah begitu saja. “Kamu udah siap?” tanya Gilang saat lelaki itu melihat Lovinta sudah keluar dari kamarnya. Gadis itu melirik Gilang sengit. “Yang kamu liat gimana?” Gilang menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, “Ya kamu udah siap sih, mau berangkat sekarang?” “Enggak. Tahun depan aja!” lalu Lovinta melenggang pergi. Posisi Gilang saat ini serba salah, dia ingin bersikap ramah justru reaksi Lovinta tidak sesuai yang dia inginkan. Jika Gilang bersikap acuh, maka hubungannya akan semakin retak. Gilang beranjak dari duduknya lalu menyusul Lovinta yang sudah terlebih dahulu ke depan. Dia melih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN