Lovinta menatap serius pada layar gawainya. Sesekali dia menggigit bibir bawahnya dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca. Setelah video itu terputar habis, dia langsung bergegas keluar dari ruangannya untuk menuju ruangan Gilang. Berkali-kali dia mengetuk pintu bercat coklat itu, tetapi tidak ada sahutan dari dalam. Lovinta penasaran dengan apa yang sedang dilakukan Gilang di dalam sana. Akhirnya dia pun memutuskan untuk membuka pintu itu sebelum sang pemilik membersilahkannya masuk. Lovinta semakin dibuat tidak karuan saat melihat Gilang sedang menghisap tembakaunya di depan jendela. Lelaki itu duam berdiri melihat pemandangan gedung-gedung yang menjulang tinggi di luar sana. Kaki Lovinta semakin melangkah mendekat tanpa menimbulkan sebuah bunyi hetakan kaki. Lovinta berdiri tepat

