63

1504 Kata

Keesokan paginya, tepat pada jam Sembilan pagi di apartemen milik Dimas. Nean sudah duduk manis di ruang tamu apartemen milik Dimas, sudah sejak sepuluh menit yang lalu lelaki itu menunggu gadisnya bersiap. “Nean, kamu yang sabar ya, Zenna memang kalau dandan sekarang lama,” Ucap Dimas yang baru saja keluar dari dalam kamar. Nean tersenyum. “Tidak pa-pa, om. Namanya juga cewek.” Dimas terkekeh, lalu lelaki itu duduk di sebrang Nean. “Persiapannya sudah matang semua?” Tanya lelaki itu menatap sang calon menantu serius. Nean mengangguk manatap. “Alhamdulillah sudah, om. Semua dekorasi sudah dipersiapkan semua, mulai dari gedung sampai makanan.” “Terus ngapain kakak ngajakin Zenna buat nyari gedung?” Sahut Zenna cepat dari arah belakang. Dimas pun langsung menoleh ke belakang dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN