62

1584 Kata

Setelah mendengar kabar bahwa Gilang dan Nean sudah menemukan Risma, Lovinta, Zenna, dan Sisil langsung menuju rumah sakit. “Kak, mama Sisil nggak akan kenapa-kepana ‘kan?” Gadis kecil itu mendongak menatap Zenna penuh dengan harapan baik di dalam hatinya. Zenna pun menatap gadis kecil yang duduk di sampingnya dengan bibir yang memebentuk sebuah senyuman yang menenagkan. Tangan kanan Zenna terulur untuk mengusap puncak kepala gadis itu. “Mamanya Sisil akan baik-baik aja. Sisil banyak-banyak berdo’a ya.” Sisil terdiam dengan perasaan yang tidak menentu. Gadis kecil itu tidak bisa membayangkan jika terjadi sesuatu hal yang buruk dengan mamanya. Dia tidak bisa lagi kembali berpisah dengan sang mama. Lovinta yang sedang fokus pada kemudinya pun sesekali melirik Sisil dari sepion mobi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN