Sinar matahari pagi telah menyinari sebagian belahan bumi. Malam dengan bintang dan bulan kini sudah teralihkan posisinya. Nean, lelaki itu sudah bangun sejak beberapa menit yang lalu. Akan tetapi, nampaknya lelaki itu tidak ingin membangunkan ratunya yang masih terlelap dalam mimpi indahnya. Lelaki itu meneliti setiap inci wajah Zenna yang terlihat sangat polos saat tertidur. Bayangan adegan panas semalam kembali membuatnya frustasi di pagi hari. Tubuhnya sama sekali tidak bisa di konsisikan jika mengingat betapa indahnya lenguhan dan desahan yang keluar dari bibi istrinya. Nean mengubah posisinya menjadi telentang. Lelaki itu ingin menjernihkan pikirannya. Karena dia tidak mau menerkam Zenna begitu saja. Pasti di bagian ‘itu’ istrinya masih sakit. Zenna mengeliat, tidur panjangny

