71

1144 Kata

Terik mata hari di siang hari membuat Zenna merasa kegerahan di balik selimut tebalnya. Ditambah lagi seperti ada sebuah benda yang menimpa tubuhnya. semakin dia mengeliat dalam tidurnya, semaki tidak bisa digerakkan pula tubuhnya. Dia mengerjab, mencoba menyesuaikan matanya dengan sinar matahari yang begitu terik menyorot sampai masuk ke dalam kamarnya. Zenna melirik ke arah samping dan mendapati Nean sedang meletakkan kepala di atas punggungnya. Gadis itu sedikit terkejut dengan keberadaan Nean. “Sejak kapan kak Nean ada di sini?” tanya gadis itu dalam diam. Seketika ingatannya tentang pertengkaran kecil yang terjadi di pagi hari itu membuatnya merasa sangat bersalah. Dia sudah menyinggung perasaan Nean. Padahal lelaki itu sudah berlaku baik kepadanya. Tanpa wanita itu sadar, a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN