76

1303 Kata

Zenna dan Nean telah tiba di rumah Diah, mereka berdua disambut gembira oleh sang pemilik rumah. Zenna merasa sudah lama sekali tidak berkunjung ke kediaman neneknya, padahal baru beberapa bulan dia meninggalkan rumah yang sempat menjadi tempatnya berteduh itu. “Ya Allah, kamu kok pucat banget sayang.” Lila menangkup ke dua pipi Zenna dengan perasaan khawatir. Pasalnya Zenna masih saja pucat dan badannya lemas. Waktu turun dari mobil saja wanita itu digendong oleh Nean. “Iya mah, di perjalanan tadi Zenna muntah terus,” jelas Nean menatap wanitnya sedih. “ya sudah, kalau begitu kamu bawa Zenna masuk, jangan lupa bersih-bersih badan dulu setelah itu kita makan bersama,” ucap Lila lalu semuanya masuk ke dalam rumah. Nean sedang menunggu di kamar Zenna, ranjangnya begitu sempit sampai-

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN