Keesokan paginya …. Pagi-pagi sekali Sisil sudah menyiapkan dirinya untuk pergi ke kantor, karena subuh tadi Cleve memberi tahu ada rapat dadakan yang akan dilaksanakan pada pukul sembilan pagi. Sosoknya yang cerdas dan sangat menghargai waktu, Sisil tidak akan pernah membuang waktunya secara percumah. Kini dia sudah rapih dengan dandanan yang tidak terlalu mencolok mata yang memandang. Baju yang dia kenakan sangat sopan. Rok span di bawah lutut dengan kemeja panjang sedikit kebesaran. Rambutnya di gulung rapih agar tidak menganggu aktivitas saat dia bekerja nanti. “Mau ke mana kamu?” tanya Gilang saat melihat adik satu-satunya sedang menuruni anak tangga. Lelaki itu mengerutkan keningnya, tidak seperti biasanya Sisil sudah rapih padahal jam baru saja menujukkan pukul setengah tujuh.

