2

1111 Kata

Di dalam sana Sisil bagaikan seseorang yang terintimidasi. Bagaimana tidak, sedari dia masuk dan diperilahkan duduk, sejak saat itu pula hanya keheningan yang terjadi di sana. Seorang lelaki berjas hitam beserta kaca mata yang bertengger di pangkal hidungnya sedang memeriksa dokumen milik Sisil. Terlihat sangat serius sampai tidak mempedulikan gadis itu di sana. Berkali-kali Sisil meremas jemarinya sendiri untuk mengurangi ketengangan yang sedari tadi menyerangnya tanpa henti. Sungguh, gadis itu sangat takut dengan pria yang berada di depannya. Lelaki itu memang nyaris sempurna, tetapi aura bringas dari lelaki itu sangat terasa jelas. “Kamu akan menjadi asisten saya,” putusnya sembari membanting map coklat yang Sisil bawa tadi. Gadis itu membolakan matanya terkejut. “Tapi Pak, saya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN