Season 3

1294 Kata

10 tahun kemudian …. “Mama, Sisil berangkat dulu ya soalnya hampir terlambat.” Seorang gadis dengan pakaian hitam dan putihnya sedang menuruni tangga dengan cara yang tergesa-gesa. “Sisil sayang, jangan lari-larian nak, nanti kalau kamu jatuh bagaimana,” ucap Dahnu menatap cara berjalan putrinya dengan ringisan. Lelaki paruh baya itu takut jika putrinya akan tersungkur. Sisil menyambar roti panggangnya dengan senyum yang polos. “Maafkan Sisil papa, tapi Sisil memang benar-benar sudah terlambat. Mentor di tempat magang Sisil dari tadi udah telepon,” jelasnya. “Mama kan udah pernah bilang sama kamu, jangan banyak begadang malam-malam,” ucap Risma yang baru saja datang dengan membawakan segelas s**u untuk putri kecilnya. Sisil meneguknya sampai tandas tidak tersisa. “Maaf, mah. Tap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN