52

1501 Kata

Nean dan gadis asing itu berdiri berdampingan. Semua pasang mata menatap ke arah mereka dengan padangan yang takjub. Tidak terkecuali Zenna. Diam-diam gadis itu menahan perih di dalam hatinya. Ternyata tebakannya benar, ini adalah acara pertunangan dan sialnya acara itu milik Nean, lelaki yang sangat dia cintai. Zenna mengalihkan padangannya saat Nean menatapnya. Gadis itu tidak ingin terkontak langung dengan lelaki itu karena ia takut hatinya tidak akan rela melepaskan lelaki itu. Nean menghela napasnya pelan memperispkan dirinya untuk memperkenalkan siapa gadis manis yang berdiri tepat di sampingnya. “Selamat malam semuanya,” ucap Nean dengan suara yang lantang. Lelaki itu melirik Zenna seklias dan lagi-lagi gadis itu membuang pandangannya. “Selamat malam,” ucap para hadirin sere

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN