Zenna dibuat semakin bingung oleh keluarganya saat gadis itu dipaksa untuk memakai sebuah gaun. Ia masih tidak mengerti apa yang akan direncanakan sang papa untuknya. “Sayang, apa kamu sudah siap?” tanya Lila dari depan pintu kamar di mana gadis itu akan tidur untuk beberapa hari ke depan. Dimas memutuskan untuk menginap di apartemen miliknya. Di mana tempat itu biasanya ia tinggali saat sedang bertugas di kota. Zenna membukakan pintu untuk sang mama. lalu gads itu mengulas senyum tipis. “Sudah, mah,” jawab gadis itu lirih. Sebenarnya enggan memakai gaun mewah seperti itu. Gaun berwarna navy itu menjuntai sampai sebatas lututnya dengan lengan sebatas siku. Gaun yang diberikan Dimas sangat sopan sekali. Namun, masih saja tidak membuat Zenna nyaman. “Tahan sebentar sayang. Kamu ngg

